Senin, 12 Maret 2012

Hari penuh deraian air mata

Senin, 05-maret-2012





Hari ini gua masuk sekolah lagi setelah libur sabtu & minggu.

Pagi hari gua menjalankan rutinitas shalat duha bersama di lapangan .

Kegiatan belajar mengajar pun belajar lancar seperti biasanya , di setiap pelajaran , canda tawa juga hadir mewarnai hari ini.

Hingga pada jam terakhir , pelajaran produktif , kami (gua & teman-teman) heran , ko tumben-tumben nya pak muslih (kaprog) masuk ruang produktif !

'Kaprog=ketua program keahlian.

Biasanya yang ngajar kami itu ka arif (laboran) jarang kami di ajar oleh pak muslih , karena beliau sibuk mengurus anak kelas XII .

maka dari itu kami bertanya , ko beliau masuk jam pelajaran kita?

Dan akhirnya semua terjawab setelah kita berkumpul di dalam kelas bersama beliau .

Ternyata beliau cuma memberikan kita pengarahan , karena RPL X kali ini banyak berbuat ulah , entah di kehadiran atau pun sikap , di situ kita tak jarang tawa keluar dari mulut kita saat beliau memberikan pengarahan , keadaan yg sebelumnya deg degan karena merasa aneh ko kaprog nyampe masuk ke kelas kita , berubah menjadi keadaan yg mengasikan.

perlu di ketahui bahwa bapak muslih itu bisa di bilang master RPL , beliau mahir dalam segala bahasa pemrograman , banyak anak RPL yg takut sama beliau , gak tau karena tampang nya yg agak serem gak tau karena apa . .haha

Tapi beliau sebenarnya baik , peduli sama kita !



Setelah pengarahan selesai , beliau keluar ruangan produktif , kami pun kembali bercanda tawa meneruskan yg tadi saat sharing bebas bersama bapak muslih.



Tak lama laboran kami masuk kelas (ka arif) , ada yg beda dari raut wajah nya ,wajah nya menggambarkan kemarahan dan kekecewaan !

Eh benar sajah , beliau duduk di depan tidak berkata apa-apa , beliau hanya diam , kami pun langsung mengartikan ke ganjilan itu , kami semua diam , tertunduk .

Tak ada satupun yg berani mengeluarkan sepatah kata .

Hingga akhirnya beliau berbicara panjang lebar yg intinya sama dengan kaprog bahwa beliau kecewa dengan sikap RPL tingkat X ,

Beliau kecewa anak RPL jadi buah bibir guru-guru.

 kami hanya terdiam , beberapa teman dari kami mencoba untuk meminta maaf , tapi tetap saja beliau tak menghiraukan , beliau berkata tak lama lagi dia akan berhenti ngajar kami , beliau merasa gagal mendidik kita, beliau meminta maaf kepada kami , beliau merendeh-rendahkan dirinya , padahal jelas-jelas yg salah itu kita , bukan beliau.

Sontak sajah ketika itu juga teman-teman cw gua satu per satu nangis tersedu-sedu meminta maaf , dan berkata kaka jangan pergi , kaka jangan keluar , nanti siapa yg ngajar kita?

Makin banyak yg mengeluarkan air mata kala temen cw gua bilang gitu.



Tak henti-hentinya beliau merendahkan diri , itu membuat kami sedih dan membuat kami semakin merasa bersalah , dengan suara lirih makin banyak yang bilang kaka jangan berhenti mengajar , kaka harus tetap ngajar kita .



Beliau kembali bertanya saya ini di anggap apa sama kalian?

Dengan suara pilu anak-anak bilang , guru , kaka guru kita.

Tapi beliau malah bilang bukan , saya bukan guru kalian , kalau guru itu bisa mendidik kalian ,tapi saya tidak bisa , saya gagal mendidik kalian .

Saya juga bukan kaka kalian , seorang kaka bisa melindungi , tapi saya tidak bisa .



Mendengar pernyataan itu , seisi ruangan makin di penuhi isak tangis.

Temen-temen gua pada nangis semua , kecuali anak cowo nya termasuk gua.



Bagi gua , beliau itu guru yg paling baik di sekolah , beliau sabar dalam ngadepin sikap kami, mungkin bukan hanya gua yg merasa beliau itu guru paling baik , tapi seluruh anak RPL jga pasti begitu.



Air mata tak bisa di bendung lagi hingga bel pulang berbunyi ,

Kata-kata terakhir beliau adalah

"Saya butuh waktu untuk maafin kalian."

0 komentar:

Posting Komentar