Rabu, 16 Mei 2012

Antara sekolah dan kerja

Tet. . .tet. . .tet. . .Bel pulang sudah di bunyikan, seluruh murid SMA QLA 31 Bogor bersorak gembira menyambut bel pulang yang sudah dinanti-nantikan dari tadi.

“Akhirnya, bel pulang berbunyi juga . Haha aku bisa langsung pulang untuk maen game.” Ucap Reno keras.

“Ah kamu kerjaannya maen game terus! Haha …” Rudi menyinggung perkataan Reno.

“Gak apa-apa dong mumpung kita maih muda ,kita nikmati hidup ini!” Reno membalas singgungan Rudi dengan diiringi tawa.

Siswa – siswi merapikan semua alat tulis kedalam tas masing-masing dengan semangat dan dengan mimik muka yang ceria. Lain hal nya dengan Rifki , Rifki yang duduk di bangku paling sudut kelas , dia merapikan alat tulis dengan muka pucat,lesuh,tak sediktpun keceriaan terlukis di wajahnya. Reno dan Rudi merasa aneh dengan hal itu, sikap Rifki yang akhir-akhir ini sering melamun, sering menyendiri membuat mereka bertanya-tanya.

“Ren, Ren, lihat ! Sikap Rifki makin hari makin membingungkan saja!” Rudi menarik lengan Reno yang sudah berjalan beberapa langkah dari tempat duduk.

“Iya yah! Kenapa tuh anak ?” Reno menghentikan langkahnya, tegap terpaku menatap kearah Rifki, mereka menghampiri Rifki yang sudah mulai beranjak dari tempay duduknya.

“Tunggu !” Rudi mencoba menghentikan langkah Rifki.

“Kamu kenapa sih ? kami perhatikan akhir - akhir ini kamu sering melamun menyendiri ? kamu ada masalah ?” belum sempat Rifki menjawab pertanyaan Rudi, Reno menghampiri Rifki lebih dekat, dengan tangan kanannya dia merangkul pundak Rifki.

“Kita kan teman, kalo kamu lagi punya masalah, cerita sama kami, kami pasti bantu kamu.” Ucap Reno dengan nada rendah.

Seakan tak peduli, Rifki dengan muka dingin beranjak keluar kelas tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Reno mengejar Rifki dan berkata, “ayolah, katakan apa masalah mu? Cerita sama kami !” Reno mencoba meyakinkan Rifki.

Rifki terdiam sejenak, dengan posisi wajah tertunduk dia melanjutkan langkahnya dan berkata, “Bukan urusan kalian!”. Melihat kelakuan Rifki, Reno dan Rudi hanya saling bertatapan, mereka tak percaya dengan apa yang di lihatnya, sikap Rifki berubah drastis.



Suasana panas, terik matahari membuat tenggorokan terasa sangat kering.

Hiruk pikuk kondii pasar sangat terasa dengan banyaknya orang yang berlalu lalang menjual dan membeli suatu barang di pasar tersebut.Gemuruh suara tawar-menawra menambah suasana semakin panas.

“Ayo cepat, cepat, angkat barangnya!” seorang lelaki berotot besar berteriak kepada para pekerjanya.

“Rifki, lambat sekali kerja mu?! Ayo cepat bawa semua barang-barang kedalam mobil bak itu! ” Sentak lelaki seorang lelaki besar yang tidak lain adalah bos nya Rifki!

“Iya pak.” Jawab Rifki dengan tertatih-tatih memanggul barang dengan punggungnya.

“Kalo kerja mu seperti itu terus, jangan harap kamu bisa mengais uang hari ini!” kembali Rifki di sentak bos nya.

“Oh tuhan kuatkanlah hamba mu ini!” ucap Rifki dalam hati mencoba tetap tegar.

Memang setelah kepergian ayahnya, Rifki terpaksa harus menjadi tulang

punggung keluarga, demi masa depan dia dan keluarga, Rifki harus rela membagi waktu antara sekolah dan bekerja,harus rela membagi masa remajanya dengan membanting tulang, memeras keringat hanya demi menghidupi keluarganya.

“Tuhan . . . terlalu berat ujian yang kau berikan, aku tak sanggup menjalani ini semua.” Ucap Rifki dalam hati dengan rintih.

“Aku tak tau pa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus menyerah? Apa aku harus mengeluh?” kembali Rifki bergumam dalam hati.

Sering Rifki mengeluh, dia tak percaya kehidupan yang pahit harus dia rasakan, kepergian ayahnya membuat hidup ia dan keluarganya berubah 180®.

“Tuhan. . . Jika ini adalah jalan terbaik ku, aku jalani, akan ku jalani perihnya hidup ini.” Rifki mencoba bangkit.



Seakan malu dengan rembulan, matahari mulai bosan menampakan dirinya.Lambat laun mentari pun tenggelam di ufuk barat, satu persatu bintang bermunculan, cahaya rembulan mulai hadir di keheningan malam.

Rifki yang merasa sangat kelelahan, tak bisa lagi menahan kantuk setelah usai melakukan semua pekerjaan.

Setelah berhari-hari, akhirnya Rudi & Reno tahu alasan yang menyebabkan Rifki sering menyendiri & sering melamun di kelas.

Kini berkat dukungan Reno & Rudi, Rifki kembali menjadi pribadi yang tegar dan semangat.Setiap pulang sekolah dia bekerja dengan semangat demi keluarganya.Tet. . .tet. . .tet. . .Bel pulang sudah di bunyikan, seluruh murid SMA QLA 31 Bogor bersorak gembira menyambut bel pulang yang sudah dinanti-nantikan dari tadi.

“Akhirnya, bel pulang berbunyi juga . Haha aku bisa langsung pulang untuk maen game.” Ucap Reno keras.

“Ah kamu kerjaannya maen game terus! Haha …” Rudi menyinggung perkataan Reno.

“Gak apa-apa dong mumpung kita maih muda ,kita nikmati hidup ini!” Reno membalas singgungan Rudi dengan diiringi tawa.

Siswa – siswi merapikan semua alat tulis kedalam tas masing-masing dengan semangat dan dengan mimik muka yang ceria. Lain hal nya dengan Rifki , Rifki yang duduk di bangku paling sudut kelas , dia merapikan alat tulis dengan muka pucat,lesuh,tak sediktpun keceriaan terlukis di wajahnya. Reno dan Rudi merasa aneh dengan hal itu, sikap Rifki yang akhir-akhir ini sering melamun, sering menyendiri membuat mereka bertanya-tanya.

“Ren, Ren, lihat ! Sikap Rifki makin hari makin membingungkan saja!” Rudi menarik lengan Reno yang sudah berjalan beberapa langkah dari tempat duduk.

“Iya yah! Kenapa tuh anak ?” Reno menghentikan langkahnya, tegap terpaku menatap kearah Rifki, mereka menghampiri Rifki yang sudah mulai beranjak dari tempay duduknya.

“Tunggu !” Rudi mencoba menghentikan langkah Rifki.

“Kamu kenapa sih ? kami perhatikan akhir - akhir ini kamu sering melamun menyendiri ? kamu ada masalah ?” belum sempat Rifki menjawab pertanyaan Rudi, Reno menghampiri Rifki lebih dekat, dengan tangan kanannya dia merangkul pundak Rifki.

“Kita kan teman, kalo kamu lagi punya masalah, cerita sama kami, kami pasti bantu kamu.” Ucap Reno dengan nada rendah.

Seakan tak peduli, Rifki dengan muka dingin beranjak keluar kelas tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Reno mengejar Rifki dan berkata, “ayolah, katakan apa masalah mu? Cerita sama kami !” Reno mencoba meyakinkan Rifki.

Rifki terdiam sejenak, dengan posisi wajah tertunduk dia melanjutkan langkahnya dan berkata, “Bukan urusan kalian!”. Melihat kelakuan Rifki, Reno dan Rudi hanya saling bertatapan, mereka tak percaya dengan apa yang di lihatnya, sikap Rifki berubah drastis.



Suasana panas, terik matahari membuat tenggorokan terasa sangat kering.

Hiruk pikuk kondii pasar sangat terasa dengan banyaknya orang yang berlalu lalang menjual dan membeli suatu barang di pasar tersebut.Gemuruh suara tawar-menawra menambah suasana semakin panas.

“Ayo cepat, cepat, angkat barangnya!” seorang lelaki berotot besar berteriak kepada para pekerjanya.

“Rifki, lambat sekali kerja mu?! Ayo cepat bawa semua barang-barang kedalam mobil bak itu! ” Sentak lelaki seorang lelaki besar yang tidak lain adalah bos nya Rifki!

“Iya pak.” Jawab Rifki dengan tertatih-tatih memanggul barang dengan punggungnya.

“Kalo kerja mu seperti itu terus, jangan harap kamu bisa mengais uang hari ini!” kembali Rifki di sentak bos nya.

“Oh tuhan kuatkanlah hamba mu ini!” ucap Rifki dalam hati mencoba tetap tegar.

Memang setelah kepergian ayahnya, Rifki terpaksa harus menjadi tulang

punggung keluarga, demi masa depan dia dan keluarga, Rifki harus rela membagi waktu antara sekolah dan bekerja,harus rela membagi masa remajanya dengan membanting tulang, memeras keringat hanya demi menghidupi keluarganya.

“Tuhan . . . terlalu berat ujian yang kau berikan, aku tak sanggup menjalani ini semua.” Ucap Rifki dalam hati dengan rintih.

“Aku tak tau pa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus menyerah? Apa aku harus mengeluh?” kembali Rifki bergumam dalam hati.

Sering Rifki mengeluh, dia tak percaya kehidupan yang pahit harus dia rasakan, kepergian ayahnya membuat hidup ia dan keluarganya berubah 180®.

“Tuhan. . . Jika ini adalah jalan terbaik ku, aku jalani, akan ku jalani perihnya hidup ini.” Rifki mencoba bangkit.



Seakan malu dengan rembulan, matahari mulai bosan menampakan dirinya.Lambat laun mentari pun tenggelam di ufuk barat, satu persatu bintang bermunculan, cahaya rembulan mulai hadir di keheningan malam.

Rifki yang merasa sangat kelelahan, tak bisa lagi menahan kantuk setelah usai melakukan semua pekerjaan.

Setelah berhari-hari, akhirnya Rudi & Reno tahu alasan yang menyebabkan Rifki sering menyendiri & sering melamun di kelas.

Kini berkat dukungan Reno & Rudi, Rifki kembali menjadi pribadi yang tegar dan semangat.Setiap pulang sekolah dia bekerja dengan semangat demi keluarganya.Tet. . .tet. . .tet. . .Bel pulang sudah di bunyikan, seluruh murid SMA QLA 31 Bogor bersorak gembira menyambut bel pulang yang sudah dinanti-nantikan dari tadi.

“Akhirnya, bel pulang berbunyi juga . Haha aku bisa langsung pulang untuk maen game.” Ucap Reno keras.

“Ah kamu kerjaannya maen game terus! Haha …” Rudi menyinggung perkataan Reno.

“Gak apa-apa dong mumpung kita maih muda ,kita nikmati hidup ini!” Reno membalas singgungan Rudi dengan diiringi tawa.

Siswa – siswi merapikan semua alat tulis kedalam tas masing-masing dengan semangat dan dengan mimik muka yang ceria. Lain hal nya dengan Rifki , Rifki yang duduk di bangku paling sudut kelas , dia merapikan alat tulis dengan muka pucat,lesuh,tak sediktpun keceriaan terlukis di wajahnya. Reno dan Rudi merasa aneh dengan hal itu, sikap Rifki yang akhir-akhir ini sering melamun, sering menyendiri membuat mereka bertanya-tanya.

“Ren, Ren, lihat ! Sikap Rifki makin hari makin membingungkan saja!” Rudi menarik lengan Reno yang sudah berjalan beberapa langkah dari tempat duduk.

“Iya yah! Kenapa tuh anak ?” Reno menghentikan langkahnya, tegap terpaku menatap kearah Rifki, mereka menghampiri Rifki yang sudah mulai beranjak dari tempay duduknya.

“Tunggu !” Rudi mencoba menghentikan langkah Rifki.

“Kamu kenapa sih ? kami perhatikan akhir - akhir ini kamu sering melamun menyendiri ? kamu ada masalah ?” belum sempat Rifki menjawab pertanyaan Rudi, Reno menghampiri Rifki lebih dekat, dengan tangan kanannya dia merangkul pundak Rifki.

“Kita kan teman, kalo kamu lagi punya masalah, cerita sama kami, kami pasti bantu kamu.” Ucap Reno dengan nada rendah.

Seakan tak peduli, Rifki dengan muka dingin beranjak keluar kelas tanpa sepatah kata keluar dari mulutnya. Reno mengejar Rifki dan berkata, “ayolah, katakan apa masalah mu? Cerita sama kami !” Reno mencoba meyakinkan Rifki.

Rifki terdiam sejenak, dengan posisi wajah tertunduk dia melanjutkan langkahnya dan berkata, “Bukan urusan kalian!”. Melihat kelakuan Rifki, Reno dan Rudi hanya saling bertatapan, mereka tak percaya dengan apa yang di lihatnya, sikap Rifki berubah drastis.



Suasana panas, terik matahari membuat tenggorokan terasa sangat kering.

Hiruk pikuk kondii pasar sangat terasa dengan banyaknya orang yang berlalu lalang menjual dan membeli suatu barang di pasar tersebut.Gemuruh suara tawar-menawra menambah suasana semakin panas.

“Ayo cepat, cepat, angkat barangnya!” seorang lelaki berotot besar berteriak kepada para pekerjanya.

“Rifki, lambat sekali kerja mu?! Ayo cepat bawa semua barang-barang kedalam mobil bak itu! ” Sentak lelaki seorang lelaki besar yang tidak lain adalah bos nya Rifki!

“Iya pak.” Jawab Rifki dengan tertatih-tatih memanggul barang dengan punggungnya.

“Kalo kerja mu seperti itu terus, jangan harap kamu bisa mengais uang hari ini!” kembali Rifki di sentak bos nya.

“Oh tuhan kuatkanlah hamba mu ini!” ucap Rifki dalam hati mencoba tetap tegar.

Memang setelah kepergian ayahnya, Rifki terpaksa harus menjadi tulang

punggung keluarga, demi masa depan dia dan keluarga, Rifki harus rela membagi waktu antara sekolah dan bekerja,harus rela membagi masa remajanya dengan membanting tulang, memeras keringat hanya demi menghidupi keluarganya.

“Tuhan . . . terlalu berat ujian yang kau berikan, aku tak sanggup menjalani ini semua.” Ucap Rifki dalam hati dengan rintih.

“Aku tak tau pa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus menyerah? Apa aku harus mengeluh?” kembali Rifki bergumam dalam hati.

Sering Rifki mengeluh, dia tak percaya kehidupan yang pahit harus dia rasakan, kepergian ayahnya membuat hidup ia dan keluarganya berubah 180®.

“Tuhan. . . Jika ini adalah jalan terbaik ku, aku jalani, akan ku jalani perihnya hidup ini.” Rifki mencoba bangkit.



Seakan malu dengan rembulan, matahari mulai bosan menampakan dirinya.Lambat laun mentari pun tenggelam di ufuk barat, satu persatu bintang bermunculan, cahaya rembulan mulai hadir di keheningan malam.

Rifki yang merasa sangat kelelahan, tak bisa lagi menahan kantuk setelah usai melakukan semua pekerjaan.

Setelah berhari-hari, akhirnya Rudi & Reno tahu alasan yang menyebabkan Rifki sering menyendiri & sering melamun di kelas.

Kini berkat dukungan Reno & Rudi, Rifki kembali menjadi pribadi yang tegar dan semangat.Setiap pulang sekolah dia bekerja dengan semangat demi keluarganya.

Minggu, 06 Mei 2012

Hari bahagia bersama pujaan hati

Minggu , 06-05-2012



Dear diary . .



Hari ini aku seneng . . . . . banget , bisa ketemu lagi sama orang yg

aku tunggu-tunggu dari 2 minggu kemarin :) .Setelah sabar lumayan

cukup lama , akhirnya hari ini aku ketemu juga sama dia , seneng deh

rasanya , senengnya bikin aku lupa segalanya , haha pagi-pagi sekali

aku sudah mandi , karena gak mau telat jemput dia , sekitar jam 10 an

aku jemput dia di atas rumahnya , saking gak sabar ingin ketemu ,

sampe-sampe aku males sarapan hari ini :D , setelah bertemu , aku

langsung bawa dia ke vila , di sanah udah ada temen-temen aku yg

nunggu , kita senang-senang bareng di vila , haha aku utarakan semua

penat aku selama dua minggu gak ketemu dia , dia pun sama , dia bilang

kangen lah itu lah , ini lah , pokonya ini adalah hari yg paling

menyenangkan , bisa di bayangin gimana rasanya 2 minggu gak ketemu dan

sekarang orang yg kita harapin itu ada di depan kita :-) hhi

bahagianya.



Aku gak mau menyia-nyiakan waktu yg singkat ini , aku puas puasin

dengan bercanda ria sama dia , seru-seruan , ketawa bareng , fun

banget deh poko nya :D , tapi di samping kesenangan itu , ada juga

hal yg bikin aku kesel , aku harus ngejar-ngejar dia yg pundung haha

,mungkin aku keterlaluan becandanya jadi dia pundung , ngomong yg

enggak-enggak gitu deh :D , lama juga aku bikin dia kembali normal ,

pundungan nya luar biasa banget ,wkwk beruntung aku sabar , aku terus

ngejar-ngejar dia yg pundung,yg gak mau deket-deket aku lagi ,walaupun

saat itu aku merasa cape banget :D ,akhirnya dia mau juga maafin aku ,

haha emang segala sesuatu itu butuh perjuangan :-) emm . . karena

udah sore , dia pun minta pulang , ya udah aku anterin dia pulang,

tapi sebelum pulang , aku ajak dulu dia kerumah , mau aku kenalin sama

nyokap , eh dia nya gak mau , malu katanya haha , aku paksa terus

supaya dia mau , tapi tetap aja gak mau ,alasan nya banyak banget :-D

, dan yg bikin aku gak bisa berhenti ketawa , setelah dia dengar mau

aku kenalin sama nyokap, dia jadi gak tenang gituh,dia bilang , aku

lagi jelek yah? Ikh gimana dong , aku malu , sambil sibuk ngatur

rambut,ngaca ,usap usap muka , keliatan nya gugup banget haha , emang

sih ini pertama kalinya dia maen ke rumah aku , begitu pun aku , ini

pertama kali nya aku bawa pacar kerumah ;-) pasti gugup , wkwk

akhirnya dia aku kenalin juga sama nyokap,dan akhirnya keringat deras

keluar dari badan dia , jantung nya berdetak keras banget :-D mana

dingin lagi badan nya ahaha. Dalam hati , aku bilang , rasain

luh!emang enak, sekarang lu rasain apa yg gua rasain saat pertama kali

lu kenalin gua ke nyokap lu wkwk. Gokil badan dia di penuhi keringat

panas dingin ahaha :D dan akhirnya aku sukses kenalin dia sama nyokap

, malah nyokap nyuruh dia buat sering-sering maen ke rumah . . Hhi

Jumat, 04 Mei 2012

Pesona mu buat aku gila

Selasa, 01-mei-2012



Semenjak kau hadir dalam hidup ku , setiap detik demi detik dalam

setiap langkah ku adalah dirimu.

Tak mampu ku melawan , tak sanggup ku hindari .

Aku hanya bisa pasrah jika kini waktu ku habis hanya untuk memikirkan mu.



Kamu kamu dan kamu , tak mampu aku menyingkirkan mu dalam pikiran ku.

Sosok indah mu membuat ku tak sanggup berpaling dari bayang mu. Sosok

indah mu membuat ku tak mampu berpikir jernih .



Oh sayank . . . Rasa ini sungguh menyakit kan . Kau buat aku gila

dengan cinta mu. Kau buat aku gila dengan kasih sayang mu .

Aku terbuai akan pesona mu .

Selasa, 01 Mei 2012

Perubahan yg menyakitkan

Minggu, 29-april-2012



Dear diary . .



Aku bingung dengan semua perubahan yg terjadi terhadap mu .

Aku tak pernah tau apa penyebab semua perubahan itu .

Apa salah ku ?

Apa penyebab dingin nya sikap mu terhadap ku ?



Wahai kau pujaan hati ku!

Sadarkah kini engkau telah jauh dari harapan ku ? Sadarkah engkau

sikaf mu kini sering membuat ku terluka ?



Kini engkau jutek, kini engkau angkuh !

Tak pernah peduli dengan aku yg selalu menyayangi mu !



Wahai engkau pujaan hati ku! Bosan kah engkau dengan aku? Bosan kah

engkau dengan semua cerita cinta kita? Katakan lah , katakan semua

itu!

Katakan Jika benar engkau telah bosan dengan ku !



Sejujurnya , aku tak mengerti dengan semua ini! Engkau campakan aku

begitu sajah. Engkau lukai aku dengan tingkah mu !



Kasih , katakan lah apa yg harus aku lakukan untuk mengembalikan semua

keaadaan ini!

Akan ku lakukan apa pun untuk membuat kau kembali seperti dahulu.